Sejarah Pergolakan di Dalam Negeri SMP TA 2014/2015

 on Tuesday, September 30, 2014  

Image : Pemberontakan PKI Madiun

A.   Pemberontakan PKI Madiun
·       Dipimpin oleh Musso (Tokoh PKI) dan Amir Syarifuddin.
·       Terjadi pada tanggal 18 September 1948
·       Tujuan : mengubah Indonesia menjadi negara Komunis

·       Pemberontakan PKI Madiun melakukan aksi penculikan dan pembunuhan massal terhadap :
a.    Pejabat pemerintah
b.    Perwira TNI & Polisi
c.    Pemimpin Partai
d.    Ulama
e.    Tokoh Masyarakat

·       Reaksi Pemerintah :
§  Presiden Soekarno berpidato meminta rakyat untuk memilih.
§  Operasi penumpasan dilakukan
Dipimpin Kol. Gatot Subroto
*   Kol. Sungkono
*   Kol. A.H. Nasution
*   Letkol Ali Sadikin
*   Mayor Sabarudin
*   Mayor Jono Sewoyo

·       Melibatkan pesukan gabungan dari Jabar, Jatim dan Jateng.

·       Akhirnya pemberontakan dapat ditumpas atas kerjasama yang baik antara TNI + rakyat. Tanggal 30 September 1948 Madiun dan sekitarnya dapat dikuasai kembali.
Image : Pemberontakan DI/TII

B.    Pemberontakan DI / TII (Darul Islam / Tentara Islan Indonesia)
1.     DI / TII di Jawa Barat
·       Dipimpin : S.M. Kartosuwiryo
·       Pasukan : Hisbullah & Sabilillah
·       Terjadi : di Gunung Geber, Majalaya, Tasikmalaya, Jawa Barat.
·       Tujuan : Mendirikan Negara Islam Indonesia (NII) yang diproklamirkan tanggal 7 Agustus 1949.
·       Pemberontakan ini berawal dari perjanjian Renville, ketika pasukan TNI hijrah ke Jateng, Kartosuwiryo dan pasukannya tidak ikut hijrah bahkan mendirikan NII.
·       Pemberontakan DI / TII di Jabar melakukan aksi teror terhadap rakyat.

Contoh : merampok hasil panen, membakar rumah penduduk, merusak rel kereta api, menyiksa dan membunuh rakyat.
·       Upaya penumpasan DI/ TII di Jabar memakan waku lama karena :
1.     Medannya berupa daerah pegunungan
2.    Pasukan Kartosuwiryo bebas bergerak di kalangan rakyat, karena menyamar menjadi rakyat jelata.
3.    Masalah politik yang tidak stabil.
4.    Mereka mendapat bantuan dari Belanda berupa senjata.
·       Operasi penumpasannya yaitu Operasi Pagar Betis dan Operasi Bharatayudha
·       Akhirnya Kartosuwiryo tertangkap tanggal 4 Juni 1962 kemudian diadili dan dihukum mati.

2.    DI / TII di Jawa Tengah

a.    DI / TII di Tegal, Brebes dan Pekalongan.
·       Dipimpin : Amir Fatah
·       Nama Gerakannya : Majelis Islam
·       Amir Fatah menyatakan bergabung dengan NII-nya Kartosuwiryo.
·       Operasi penumpasan : GBN (Gerakan Banteng Negara)
Dipimpin oleh Letkol Ahmad Yani.

b.    DI / TII di Kebumen
·       Dipimpin : Kyai Moh. Madfudz Abdurrachman / Kyai Somalangu.
·       Nama gerakan : AUI (Angkatan Umat Islam)
·       Pada akhirnya Kyai Somalangu menyatakan bergabung dengan NII-nya Kartosuwiryo.
·       Operasi penumpasan : Operasi Merdeka Timur
Dipimpin oleh Letkol Soeharto
Pasukan : Benteng Raiders

3.    DI / TII di Sulawesi Selatan
·       Dipimpin : Kahar Muzakar (pejuang yang pernah ikut berjuang di Pulau Jawa)
·       Kahar mengumpulkan laskar-laskar di Sulsel dalam wadah yang bernama KGSS (Komando Gerilya Sulawesi Selatan)
·       Pada 30 April 1950 Kahar menuntut agar semua anggota KGSS diterima sebagai TNI dengan nama Brigade Hasanuddin.
·       Pada 17 Agustus 1951 Kahar dan anak buahnya melarikan diri ke hutan
·       Januari 1952 Kahar Muzakar menyatakan bahwa daerah Sulsel merupakan bagian dari NII-nya Kartosuwiryo.
·       Akhirnya Februari 1963 Kahar Muzakar ditembak mati.

4.    DI / TII di Aceh
·       Dipimpin : Daud Beureueh (Gubernur Militer D.I.Aceh)
·       Sebab :
1.     Penurunan status Aceh dari Daerah Istimewa menjadi Karisidenan di bawah Sumatra Utara
2.    Rakyat Aceh menganggap perjuangannya tidak dihargai oleh pemerintah
3.    Adanya anggapan bahwa pemerintah lebih mementingkan pulau Jawa daripada Aceh.
·       Pada September 1953 Daud menyatakan bahwa Aceh merupakan bagian dari NII-nya Kartosuwiryo

·       Upaya penumpasan :
1.     Operasi militer : gagal untuk menyadarkan Daud
2.    Musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh
Ide : Kol. M. Yasin = berhasil menyadarkan Daud untuk bergabung dengan NKRI

5.    DI / TII di Kalimantan Selatan
·       Dipimpin : Ibnu Hajar (Letnan II TNI)
·       Nama pasukan : KYRT (Kesatuan Rakyat yang Tertindas)
·       Oktober 1950 : Ibnu Hajar memberontak menyerang pos-pos TNI dan pengacauan terhadap rakyat
·       Akhir tahun 1959 Ibnu tertangkap tertangkap dan pasukannya berhasil dimusnahkan.
Image : Pemberontakan G30S/PKI

C.   Pemberontakan G30S / PKI
Nama gerakan : Gerakan 30 September yang didalangi oleh PKI
·       Persiapan sebelum memberontak :

1.     Menyelewengkan politik Luar Negeri Bebas Aktif
Waktu itu Indonesia agak condong ke Blok Timur / Komunis
2.    Mengusulkan / menuntut dibentuknya angkatan ke-5
§  Diisi Buruh & Tani yang dipersenjatai
§  Diusulkan oleh Ketua PKI, D.N. Aidit
§  Ditentang oleh TNI AD yang dipimpin oleh Letjen Ahmad Yani, sehingga TNI AD dijadikan musuh utama PKI.
3.    Mengadakan infiltrasi (penyusupan) ke lembaga-lembaga pemerintahan termasuk TNI
Dipermudah dengan ajaran Nasakom
4.    Menyebarkan isu Dewan Jendral
Isu : bahwa di lingkungan TNI AD erdapat Dewan Jendral yang akan melakukan kudeta kpd pemerintah
5.    Melakukan aksi sepihak untuk meresahkan masyarakat
Contoh :
§  Perampasan tanah milik pribadi dan tanah kuburan untuk dibagi-bagikan kepada BTI
§  Peristiwa Kanigoro di Blitar
Pembantaian penduduk Kanigoro pada saat sholat subuh dan melakukan penghinaan terhadap Islam dengan menginjak-injak Al Quran
·       Gerakan 30 September
§  Diawali pada kamis malam tanggal 30 September 1965 sampai dini hari 1 Oktober 1965
§  Gerakan dipimpin oleh Letkol Untung Sutopo

1.     Penculikan dan pembunuhan terhadap pasukan tinggi AD
Korban :
*   Di Jakarta
a.    Letjen Ahmad Yani
b.    Mayjen R. Soeprapto
c.    Mayjen S. Parman
d.    Mayjen M.T. Haryono
e.    Brigjen D.I. Panjaitan
f.     Brigjen Sutoyo Siwomiharjo
g.    Lettu Pierre Tendean
h.    Brigadir Pol. Sasuit Tubun
i.     Ade Irma Suryani (5 thn)
*   Di Yogyakarta
a.    Kol. Katamso
b.    Letkol Sugiono

Atas petunjuk Pol. Sukitman akhirnya ketujuh jenazah yang dimasukkan ke dalam sumur berhasil ditemukan.

2.    Pada 1 Oktober 1965 berhasil merebut RRI Pusat dan Kantor Telkom.
*   Pukul 14.00 WIB, Untung siaran :
ü Bahwa di Jakarta telah terjadi kudeta yang dilakukan oleh Dewan Jendral
ü Pembentukan Dewan Revolusi, Ketua Untung S.
§  Upaya penumpasan

Operasi penumpasan dipimpin oleh Mayjen Soeharto (Pangkostrad)
1.     Merebut kembali RRI Pusat dan Kantor Telkom
*   Pada 1 Oktober 1965 dipimpin oleh Kol. Sarwo Edi Wibowo
*   Nama pasukan : RPKAD (Resimen Para Komando Angkatan Darat)
*   Pada pukul 19.00 RRI Pusat dan Kantor Telkom dapat direbut kembali
*   Mayjen Soeharto mengumumkan :
a.    Telah terjadi kudeta yang dilakukan G 30 S / PKI
b.    Presiden Soekarno dalam komdisi aman dan sehat
c.    Meminta rakyat untuk tetap tenang dan waspada

2.    Pada 2 Oktober 1965 TNI melakukan pembersihan daerah sekitar Halim Perdanakusuma
Atas petunjuk Pol. Sukitman berhasil menemukan sumur tua tempat penyimpanan jenazah pasukan tinggi AD

3.    Pada 3 Oktober 1965 pengangkatan jenazah oleh TNI AD. Jenazah tersebut dimakamkan pada tanggal 5 Oktober 1965. Untuk memperingati hal tersebut dibangunlah Monumen Pancasila Sakti, dan tanggal 1 Oktober diperingati sebagai hari Kesaktian Pancasila.
§  D.N Aidit ditangkap di daerah Sambeng, Solo. Sedangkan Letkol Untung ditangkap di Tegal. Mereka dibawa ke Mahkamah Militer Luar Biasa dan dihukum mati.
§  Reaksi Presiden Soekarno terhadap G 30 S / PKI
Dalam pidatonya Presiden Soekarno menganggap peristiwa tersebut adalah 'hal biasa' dalam sebuah revolusi.
§  Karena sikap pemerintah yang tidak tegas terhadap PKI, maka muncul aksi demonstrasi yang dipelopori mahasiswa yang membentuk Kesatuan Aksi bernama KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) pada 25 Oktober 1965.

Muncul kesatuan-kesatuan aksi yang lain seperti :
1.     KABI (Kesatuan Aksi Buruh Indonesia)
2.    KAPI (Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia)
3.    KAPPI (Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia)
4.    KASI (Kesatuan Aksi Sarjana Indonesia)
5.    KAGI (Kesatuan Aksi Guru Indonesia)
6.   KAWI (Kesatuan Aksi Wanita Indonesia)

§  Kesatuan-kesatuan Aksi + Parpol + Ormas = Front Pancasila
Pada 12 Januari 1966 menuntut TRITURA.

Isi TRITURA :
1.     Bubarkan PKI dan ormas-ormasnya.
2.    Bersihkan Kabinet Dwikora dari unsur-unsur G 30 S / PKI
3.    Turunkan harga / perbaikan ekonomi.

Front Pancasila menamai diri mereka DPR Jalanan
§  Untuk memenuhi isi TRITURA no. 2 Presiden Soekarno merombak Kabinet Dwikora menjadi Kabinet 100 Menteri, namun masih banyak orang-orang PKI yang duduk didalamnya.
Sejarah Pergolakan di Dalam Negeri SMP TA 2014/2015 4.5 5 han doko Tuesday, September 30, 2014 Image : Pemberontakan PKI Madiun A.   Pemberontakan PKI Madiun ·       Dipimpin oleh Musso (Tokoh PKI) dan Amir Syarifuddin. · ...


No comments:

Post a Comment